Bitung, TRIBRATA TV
Dalam upaya memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pasca bencana erupsi Gunung Ruang, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) kembali menunjukkan komitmennya. Melalui Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.K.M., bantuan pertukangan dan perbengkelan disalurkan kepada kelompok masyarakat dari kampung Laingpatehi dan Pumpente, Pulau Ruang.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis di Rusun Sagrat, Kota Bitung, pada Kamis, 18 Juli 2025. Menurut Bupati Chyntia, inisiatif tersebut bukan sekadar bentuk kepedulian, melainkan langkah strategis dalam membekali masyarakat dengan alat kerja nyata. “Kita tidak hanya ingin mereka bangkit, tapi juga mandiri secara ekonomi,” ujar Chyntia.
Dalam situasi pengungsian yang masih berlangsung, kebutuhan akan aktivitas produktif menjadi penting. Bantuan berupa peralatan pertukangan dan perbengkelan diyakini mampu membuka peluang usaha baru. “Alat kerja ini adalah simbol dari harapan dan semangat untuk bangkit,” lanjutnya.
Sudut pandang menarik hadir dari para penerima manfaat. Salah satu tokoh masyarakat Laingpatehi, Oto Wulur, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. “Kami orang Pulau Ruang terbiasa bekerja keras. Sekarang kami punya alat, kami bisa mulai kembali,” ucapnya penuh semangat.
Kampung Laingpatehi dan Pumpente merupakan dua wilayah yang terdampak paling parah akibat erupsi Gunung Ruang beberapa bulan lalu. Banyak warganya terpaksa mengungsi dan meninggalkan aktivitas ekonomi sehari-hari. Bantuan ini dinilai sebagai titik balik menuju pemulihan yang lebih bermakna.
Berbeda dari pendekatan yang hanya berfokus pada bantuan logistik jangka pendek, program ini menitikberatkan pada pemberdayaan jangka panjang. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi investasi sosial yang akan membuahkan kemandirian di masa depan,” kata Kepala Dinas Sosial Sitaro Cosman Ambalao, SH yang turut hadir dalam penyerahan bantuan.
Melalui bantuan ini, Pemerintah Kabupaten Sitaro mengirimkan pesan kuat bahwa membangun kembali kehidupan pasca bencana bukan hanya tugas pemerintah, tapi kerja bersama yang berangkat dari rasa percaya pada kemampuan masyarakat sendiri. Dan seperti yang ditunjukkan oleh warga Pulau Ruang, dari abu erupsi pun, harapan bisa disusun kembali—sekuat palu dan paku di tangan pengrajin. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









