Sitaro, TRIBRATA TV
Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) tengah bersiap menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Atas nama Pemerintah Kabupaten Sitaro, Bupati Chyntia Ingrid Kalangit, S.KM., dan Wakil Bupati Heronimus Kalangit, S.E., M.M., melalui Panitia Hari-Hari Besar Nasional, mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi dalam momen hening nasional pada 17 Agustus 2025 mendatang.
Seruan ini disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Jostanlie D. Son Bogar, S.H., M.M., di Ondong 15 /8/2025, merujuk pada surat resmi dari Menteri Sekretaris Negara.
Dalam surat bernomor B-25/M/S/TU.00.03/08/2025 tertanggal 12 Agustus 2025 dan berklasifikasi Sangat Segera, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, selaku Ketua Panitia Negara Perayaan Hari-Hari Nasional, menetapkan pedoman pelaksanaan HUT ke-80 Kemerdekaan RI.
Salah satu poin penting dalam pedoman tersebut adalah imbauan untuk menghentikan seluruh aktivitas selama tiga menit, mulai pukul 10.17 hingga 10.20 WIB, pada tanggal 17 Agustus 2025.
Pada saat itu, masyarakat di seluruh Indonesia diminta berdiri tegap ketika Lagu Kebangsaan Indonesia Raya berkumandang, berbarengan dengan pengibaran Sang Merah Putih di Halaman Istana Merdeka. Momentum ini menjadi simbol penghormatan bersama terhadap para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan.
Kepala Diskominfo Sitaro, Jostanlie D. Son Bogar, menegaskan imbauan ini bukan sekadar formalitas. “Tiga menit ini adalah bentuk komitmen dan rasa hormat kita kepada bangsa. Meski singkat, maknanya sangat dalam,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah memberikan pengecualian bagi masyarakat yang tengah melakukan kegiatan berpotensi membahayakan diri sendiri atau orang lain jika dihentikan, termasuk layanan publik vital yang tidak dapat ditinggalkan. Langkah ini diambil demi menjaga keselamatan, tanpa mengurangi makna peringatan kemerdekaan.
Pemerintah Kabupaten Sitaro juga berharap, seluruh lapisan masyarakat—dari pusat kota hingga pulau-pulau terluar—dapat merasakan kebersamaan dalam detik hening ini. Keterlibatan semua pihak diyakini mampu memperkuat rasa persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.
Seiring waktu yang terus bergulir, peringatan 17 Agustus bukan hanya soal seremoni, tetapi juga pengingat akan nilai-nilai perjuangan. Dengan berdiri tegap selama tiga menit, masyarakat Sitaro diundang untuk merenung, mengenang pengorbanan para pahlawan, dan menatap masa depan dengan semangat yang tak pernah padam. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








