Sitaro, TRIBRATA TV
Markas Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, diterjang banjir bandang disertai longsor pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, sekitar pukul 02.30 WITA. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari.
Banjir bandang membawa material lumpur dan batu berukuran besar dari arah perbukitan yang masuk langsung ke area Mapolres Sitaro. Akibatnya, sejumlah ruangan tergenang air dan mengalami kerusakan cukup parah, sehingga aktivitas dan pelayanan kepolisian sementara terganggu.
Kapolres Kepulauan Sitaro, AKBP Iwan Permadi, S.E, menjelaskan bahwa tanda-tanda banjir bandang sudah terdeteksi sejak dini hari, ditandai dengan jatuhnya batu-batu dari arah gunung.

“Sekitar pukul 02.30 WITA sudah terindikasi akan terjadi banjir bandang karena mulai ada jatuh-jatuh batu dari gunung. Wakapolres langsung memerintahkan evakuasi tahanan. Seluruh tahanan, baik kasus narkoba maupun pidana umum, langsung dievakuasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” jelas Kapolres.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa di lingkungan Mapolres, sejumlah anggota kepolisian yang sedang bertugas dilaporkan mengalami luka-luka saat menyelamatkan diri dari terjangan banjir dan longsor.
“Anggota yang piket memang menyelamatkan diri, namun ada sekitar 10 orang anggota yang mengalami luka-luka. Untuk korban jiwa di Mapolres nihil,” tambahnya.
Kapolres menyebutkan bahwa kerusakan bangunan cukup signifikan, terutama di lantai satu.
“Kerusakan total terjadi di lantai satu, aula rusak parah, lantai satu gedung timur dan gedung utama juga rusak parah. Sementara gedung selatan tergenang air namun tidak mengalami kerusakan berat,” ungkapnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, kerugian material akibat bencana ini diperkirakan mencapai sekitar Rp5 miliar, termasuk kerusakan meubel, peralatan kantor, dan perangkat elektronik.
Untuk sementara waktu, aktivitas pelayanan di kantor Polres Sitaro tidak dapat berjalan normal karena jaringan listrik terputus.
“Kami belum bisa beroperasi di kantor karena listrik terputus. Namun dengan dukungan personel dan koordinasi dari Polda, mulai besok kami akan fokus melakukan pembersihan dan penataan kembali,” ujar Kapolres.
Di tengah kondisi cuaca yang masih belum menentu, Kapolres Kepulauan Sitaro mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya warga yang bermukim di bantaran sungai.
“Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai, baik sungai besar maupun kecil, agar tetap waspada. Cuaca masih mendung dan berpotensi hujan, sehingga perlu berhati-hati terhadap kemungkinan banjir dan longsor susulan,” imbaunya.
Sementara itu, terkait dampak bencana di wilayah sekitar Mapolres, Kapolres menyampaikan tidak ada korban meninggal dunia di Kelurahan Paseng dan sekitarnya. Korban meninggal dunia akibat banjir bandang dilaporkan terjadi di wilayah lain, yakni Bumbiha dan Peling.
Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan terhadap dampak kerusakan serta upaya pembersihan material banjir dan longsor di lingkungan Mapolres Kepulauan Sitaro. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









