Seperti ‘Kota Zombie’, Satu Pekan yang Mencekam di Aceh Tamiang: Gelap Gulita, Penjarahan dan Bau Bangkai

- Editorial Team

Jumat, 5 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tamiang, TRIBRATA TV

Kabupaten Aceh Tamiang adalah salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah setelah dihantam banjir bandang dan longsor pada Rabu (26/11/2025) lalu.

Selama setidaknya sembilan hari tak ada bantuan yang datang.

Sampai saat ini bahkan tak ada air bersih, listrik, apalagi jaringan komunikasi. Semuanya terputus.

Seorang warga yang tinggal di Kampung Dalam, Kecamatan Karang Baru, Arif, bahkan menyebut wilayah itu seperti “kota zombie” saking porak-porandanya seisi kota dan aroma bangkai yang menyengat.

Pria paruh baya ini membatin bahwa mereka tidak akan bisa bertahan lebih lama di sini. Sebab, situasinya semakin tidak menentu.

Sejak peristiwa banjir, tidak ada sama sekali personel pemda yang berupaya datang menyelamatkan warga. Entah itu polisi, damkar, SAR, atau BPBD.

BACA JUGA  Hujan Deras Guyur Jakarta, Sejumlah Wilayah Terendam Banjir

Hingga pada Minggu (30/11/2025), dia menyaksikan sejumlah toko swalayan dan toko grosir dijarah warga. Puluhan orang memaksa masuk untuk mengambil persediaan makanan.

“Penjarahan di mana-mana,” ujarnya.

“Padahal sehari sebelumnya, kami masih berusaha membeli makanan, kami bawa duit untuk beli sembako yang dipaketkan harganya Rp80.000.”

“Tapi besoknya, orang sudah tidak mau beli lagi, mereka pada ngambil saja karena mungkin terlalu mahal bagi masyarakat. Beras saja yang 10 kilogram harganya Rp250.000,” kata Arif.

Seisi kota nyaris seperti kota mati. Tidak ada listrik, air bersih, apalagi jaringan telekomunikasi. Mereka seperti terperangkap.

Seluruh jalan rusak dan dipenuhi lumpur setebal 50 sentimeter.

Di beberapa sudut jalan, sisa-sisa banjir masih menggenang. Sejumlah kendaraan roda empat teronggok dengan kondisi terbalik atau tercebur ke parit.

BACA JUGA  LSM PAKAR: Segera Konservasi Perbukitan Parapat

Rumah-rumah warga, banyak yang tak lagi utuh bentuknya: ada yang ambruk, atapnya bolong, tembok miring, pagar rumah jebol, jendela hingga pintu copot.

Di sisi jalan, ranting-ranting pohon berserak bersama barang-barang milik warga yang hancur diterjang banjir.

Yang tak kalah mengerikan, kata Arif, aroma bangkai tercium di sepanjang jalan.

Arif menyaksikan sendiri, beberapa hewan ternak milik warga seperti sapi dan kambing mati dan dibiarkan terkapar.

“Bau bangkai tercium sekali, mungkin juga di balik reruntuhan, ada mayat (manusia) cuma tak nampak, tapi baunya ada,” ujarnya.

“Orang-orang pun sudah tidak peduli lagi sama mayat, karena orang-orang pada berburu makanan dan air semua. Saya lihat wajah-wajah orang penuh lumpur, pada bingung semua kita di jalanan.”

“Seperti kota mati, kalau orang bilang kayak kota zombie,” ucapnya.

BACA JUGA  Prabowo Kembali ke RI, Langsung ke Medan Pimpin Penanganan Bencana

Jika malam datang, seisi kota gelap gulita. Tak ada orang yang berani berkeliaran di jalan. Namun, saat matahari nampak, warga berhamburan di jalan.

“Tetapi enggak tahu mau ngapain, berharap aja ada makanan,” kata Arif. (bbc)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru
Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan
Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya
Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda
Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi
Sekitaran Bukit Katarina “Makan” korban, Pasutri Warga Buntu Pane Meninggal di Tempat
Ini Nama dan Asal Korban Kecelakaan Beruntun di Sibolangit
Tabrakan Beruntun di Sibolangit, Polisi Bergerak Cepat Evakuasi Korban dan Pulihkan Arus Lalu Lintas

Berita Lainnya

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:12 WIB

Saat Isi BBM, Kijang Kapsul Terbakar di SPBU Pekanbaru

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:21 WIB

Brimob Polda Sumut Turunkan Tim Jibom, KBR, dan SAR Tangani Ledakan Rumah di Grand Polonia Medan

Selasa, 21 Juli 2026 - 05:04 WIB

Diduga Mabuk Saat Berenang, Pemuda Bantul Hilang Terseret Arus Sungai Oya

Senin, 20 Juli 2026 - 14:37 WIB

Ledakan di Perumahan Grand Polonia Medan, 5 Rumah Porak Poranda

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:23 WIB

Tanggul Jebol, Tapteng Dihantam Banjir Lagi

Berita Terbaru

Nasional

Aklamasi, Mahmud Marhaba Terpilih Kembali Pimpin PJS

Rabu, 22 Jul 2026 - 06:35 WIB

Hukum

‎Biro Bantuan Hukum BKSG-LKI Kota Medan Resmi Terbentuk

Selasa, 21 Jul 2026 - 22:20 WIB