Lapas Perempuan Pontianak Ricuh, 3 Petugas Sempat Terjebak

- Editorial Team

Rabu, 29 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kubu Raya, TRIBRATA RV

Insiden kericuhan terjadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Kabarnya tiga petugas sipir sempat disandera warga binaan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwilkumham Kalbar, Eka Jaka Riswantara mengatakan, ketiga sipir tersebut terjebak dikerumunan warga binaan yang melakukan protes.

“Jadi, bukan disandera. Namun, ada petugas blok yang terjebak, dan tidak ada penganiayaan. Bahkan, yang mengantar petugas itu warga binaan itu sendiri,” kata Eka kepada wartawan, Selasa (28/9/2021) malam.

Eka menjelaskan, akibat dari insiden ini sejumlah fasilitas yang disediakan dirusak oleh warga binaan, seperti meja, kursi, warung telepon, dan kamera pengawas.

Eka menyatakan kericuhan di LP Perempuan Pontianak sudah bisa diatasi dan tidak ada korban kekerasan di pihak petugas lembaga penegak hukum itu.

BACA JUGA  7 Pegawai Lapas Lubuk Pakam Dapat Penghargaan Satya Lencana Karya Satya

“Alhamdulillah kericuhan sudah bisa kami atasi, dan ini juga berkat dukungan TNI dan Polri, dan yang terjadi juga bukan penyanderaan, tetapi ketika kericuhan terjadi tiga petugas sedang berada di dalam blok atau sedang bertugas, dan mereka juga akhirnya dikeluarkan oleh warga binaan,” jelas Eka.

Menurut Eka, hal itu didasarkan dengan tidak ada petugas LP Pontianak yang disakiti atau dipukuli warga binaan.

“Sedangkan terkait aksi bakar-bakaran, mereka (warga binaan) juga berniat sebagai aksi protes saja, bukan bermaksud untuk membakar LP. Kericuhan terjadi di Blok Melati dan Blok Mawar dan memang LP Perempuan Pontianak baru memiliki dua blok tersebut,” katanya.

BACA JUGA  Penuhi Gizi Anak Stunting, Polres Sekadau Bagikan Makanan Bergizi di Posyandu

Pihak LP, kata Eka memang sedang gencar-gencarnya melakukan razia, termasuk razia handphone dan jaringan listrik.

Menurutnya memang sudah menjadi risiko kalau melakukan penertiban maka akan ada dampak yang akan timbul, seperti adanya penolakan dari warga binaan tadi.

“Penertiban handphone bertujuan menekan atau mencegah agar tidak ada pengendalian narkoba dari LP termasuk aktivitas lainnya,” tegas Eka.

Sementara itu, Kapolres Kubu Raya, AKBP Jerrold Hendra Josef Kumontoy, mengatakan kericuhan di LP Pontianak berawal dari razia handphone yang digelar petugas LP namun ditolak warga binaan.

“Petugas sedang melakukan razia handpone, lalu warga binaan menahan blok jalan petugas. Suasana kini sudah kondusif. Tidak ada penganiayaan dan bukan disandera lebih tepat diblokade jalannya,” jelas Jerrold.

BACA JUGA  Razia Tempat Hiburan Malam, Polres Batu Bara Temukan Shabu dan Amankan 4 Pria

Jerrold melanjutkan, pihaknya telah mengerahkan personel Samapta Polres Kubu Raya untuk membantu pengamanan.

Warga binaan juga sudah dikumpulkan untuk dimediasi. (Masudy)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎
Warga Medan Meninggal Tenggelam di Bukit Lawang
Wisatawan 63 Tahun Meninggal Usai Alami Kejang di Area Parkir Pantai Drini
‎Sadis, 50 Orang Suruhan GS Culik dan Bacok Adik Anggota TNI
Petani di Karo Dibunuh 2 Pria, Jasad Dibuang di Bawah Jembatan Pancur Batu
Bus PO Palala Padang-Jakarta Terbakar di Muba, 38 Penumpang Selamat
Halangi Pemasangan Plang, Warga Gowa Dikeroyok dan Dibusur
Api Misterius Terus Muncul di Rumah Agus Yani Sleman, Ahli Pertanyaan Dugaan Gas Metana

Berita Lainnya

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:11 WIB

Proyek Revitalisasi SMPN 44 Medan Biaya 3,1 M Tidak Transparan, Dana BOS Dipertanyakan ‎

Senin, 1 Juni 2026 - 18:35 WIB

Warga Medan Meninggal Tenggelam di Bukit Lawang

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:57 WIB

Wisatawan 63 Tahun Meninggal Usai Alami Kejang di Area Parkir Pantai Drini

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:09 WIB

‎Sadis, 50 Orang Suruhan GS Culik dan Bacok Adik Anggota TNI

Minggu, 31 Mei 2026 - 12:15 WIB

Petani di Karo Dibunuh 2 Pria, Jasad Dibuang di Bawah Jembatan Pancur Batu

Berita Terbaru

error: Content is protected !!