Seram Bagian Barat, TRIBRATA TV
Kejadian luar biasa terjadi di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Senin (20/10/2025). Puluhan siswa dari dua sekolah dasar dilaporkan mengalami gejala keracunan usai mengkonsumsi minuman berlabel MBG (Makan Bergizi Gratis).
Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Kairatu, melibatkan SD Inpres Talaga Ratu dan MIN 2 SBB. Berdasarkan data awal, sebanyak 52 siswa mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare setelah mengkonsumsi minuman tersebut. Seiring waktu, jumlah korban meningkat hingga mencapai sekitar 100 siswa.
Mengetahui peristiwa itu, personel Polsek Kairatu Polres Seram Bagian Barat segera turun ke lokasi melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan dari pihak sekolah dan saksi, serta membantu mengevakuasi korban ke Puskesmas Kairatu dan Puskesmas Wamital.
Polisi juga telah mengamankan sampel minuman MBG yang dikonsumsi para siswa untuk keperluan pemeriksaan laboratorium.
Kapolres Seram Bagian Barat AKBP Andi Zulkifli, mengatakan pihaknya bergerak cepat untuk memastikan penanganan para korban berjalan optimal serta mengidentifikasi penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kami telah menurunkan tim dari Polsek Kairatu untuk melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan. Barang bukti berupa sisa minuman MBG sudah diamankan dan akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium,” tegas Kapolres SBB.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat, Alvin Tuasuun, yang turut memantau langsung penanganan korban di lapangan, menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Ia memastikan Pemkab SBB mengambil langkah cepat dan hati-hati dalam menindaklanjuti kejadian itu.
“Pemerintah daerah sangat prihatin dengan musibah ini. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, pihak sekolah, dan kepolisian untuk memastikan seluruh siswa tertangani dengan baik. Kami juga menunggu hasil laboratorium agar langkah penanganan selanjutnya sesuai dengan data medis dan fakta di lapangan,” ujar Sekda SBB.
“Kami menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Pemerintah akan menyampaikan hasil resmi begitu proses penyelidikan dan uji laboratorium selesai,” tambah Alvin Tuasuun.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban dilaporkan dalam kondisi stabil dan sebagian besar telah diperbolehkan pulang. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten SBB terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan pangan dalam setiap program yang melibatkan konsumsi massal bagi anak sekolah, termasuk program MBG.(Lany)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online








