Minahasa, TRIBRATA TV
Tragedi kembali mengguncang jalur pelayaran di perairan Sulawesi Utara. KM Barcelona V.A, kapal penumpang milik PT Surya Pasific Indonesia (SPI), dilaporkan terbakar hebat di perairan Talise, Minahasa Utara pada Minggu (20/7/2025) sekitar pukul 13.38 WITA. Insiden ini mengejutkan banyak pihak, mengingat kapal tersebut merupakan salah satu armada modern yang baru berusia empat tahun.
TONTON VIDEONYA:
Dalam kejadian tersebut, mayoritas penumpang yang berada di laut sempat mengapung dan berusaha menyelamatkan diri. “Kami sangat bersyukur nelayan dan tim Basarnas cepat tanggap. Banyak nyawa bisa terselamatkan berkat bantuan mereka,” ungkap seorang saksi mata di lokasi.
Namun, meski upaya penyelamatan berjalan cepat, insiden ini tetap menelan korban jiwa, empat penumpang dilaporkan meninggal dunia, terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki.
Hingga berita ini diturunkan, identitas keempat korban masih belum diketahui secara resmi. Basarnas Sulawesi Utara pun belum memberikan keterangan resmi dan masih sulit dihubungi. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan keluarga penumpang yang berharap kepastian dari otoritas terkait.
KM Barcelona V.A sendiri dikenal sebagai kapal dengan kapasitas besar dan fasilitas modern. Dengan panjang 67 meter, lebar 8,9 meter, serta tinggi 2,9 meter, kapal ini memiliki kapasitas angkut hingga 600 penumpang dan bobot kotor (gross tonnage) sebesar 1.106 GT. Kapal ini melayani rute antar-pulau di kawasan Indonesia Timur, termasuk Sitaro, Sangihe, Talaud, hingga ke Maluku Utara.
Ironisnya, kapal ini sempat dipuji sebagai tonggak modernisasi transportasi laut di kawasan timur Indonesia saat peluncurannya pada Desember 2021. Sejumlah pihak kini mempertanyakan apakah standar keselamatan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan klaim tersebut. Terlebih, ini bukan kali pertama ada kapal besar mengalami insiden di laut terbuka.
“Kami kecewa, karena kapal ini katanya modern dan aman. Tapi nyatanya, masih bisa terbakar di tengah laut,” kata seorang penumpang selamat yang enggan disebutkan namanya. Ia berharap pemerintah segera melakukan audit menyeluruh terhadap armada-armada laut yang beroperasi di kawasan tersebut.
PT Surya Pasific Indonesia sebagai pemilik kapal diketahui memiliki enam unit kapal yang semuanya masih aktif berlayar. Namun, insiden ini bisa menjadi pukulan telak bagi reputasi perusahaan jika tidak disikapi secara transparan dan profesional. Masyarakat pun menanti langkah konkrit dari SPI, termasuk kejelasan kompensasi dan investigasi penyebab kebakaran.
Tragedi ini bukan sekadar bencana laut, tetapi juga ujian bagi sistem keselamatan transportasi laut Indonesia. Dalam situasi seperti ini, transparansi informasi, respons cepat, dan evaluasi menyeluruh menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik. Apakah KM Barcelona V.A akan menjadi pelajaran berharga atau sekadar catatan kelam, waktu yang akan menjawab. (Jemi Lahutung)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









