Dairi, TRIBRATA TV
Ratusan warga melakukan aksi demonstrasi selama tiga hari berturut-turut yang memuncak, Jumat (12/9/2025). Massa membakar seluruh basecamp, tempat tinggal karyawan, ratusan kubik kayu gelondongan, fasilitas pembibitan kopi, ratusan ribu bibit, dan sarana pendukung lainnya milik PT Gunung Raya Utama Timber Industries (Gruti) di wilayah Tele II, Desa Parbuluan VI Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.
Tak hanya itu, belasan alat berat jenis ekskavator milik perusahaan juga dipaksa keluar dari lokasi oleh massa dan digiring sejauh 10 kilometer. Aksi tersebut dikawal sekitar 200 personel kepolisian, dipimpin langsung Kapolres Dairi AKBP Otniel Siahaan.
Dalam orasinya, Pangihutan Sijabat, perwakilan massa, menyampaikan tuntutan utama warga adalah penutupan PT Gruti, yang mereka nilai telah merusak lingkungan dan menyebabkan penurunan debit air yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat sekitar. Aksi demonstrasi berakhir sekitar pukul 17.00 WIB, dengan massa membubarkan diri secara tertib.
Untuk mengantisipasi kerusuhan susulan pasca aksi demonstrasi besar-besaran yang berujung pada pembakaran basecamp dan fasilitas milik PT Gruti, sebanyak 120 personel Polres Dairi disiagakan di Desa Parbuluan VI, Kecamatan Parbuluan, Kabupaten Dairi.
Penjagaan dan patroli dilakukan sejak Sabtu (13/9/2025) hingga 16 September 2025, sebagai langkah preventif agar kerusuhan tidak kembali terjadi atau meluas ke wilayah lain.
“Sesuai surat perintah Kapolres Dairi, sebanyak 120 personel diturunkan untuk melakukan pengamanan dan patroli intensif pasca pembakaran basecamp dan sarana milik PT Gruti,” ujar Kasi Humas Polres Dairi, Ipda Ringkon Manik.
Sementara itu, Kaur Umum dan Perencanaan Desa Parbuluan VI, Romulo Nadeak, mengatakan personel kepolisian telah disiagakan di lima titik strategis, yakni Simpang Jalan Trak, Simpang Sihotang Nahornop, Simpang Lumban Gambiri, akses jalan menuju lokasi lahan PT Gruti, serta Kantor Desa dan rumah Direktur BUMDes Parbuluan.
Menurut Romulo, situasi warga Desa Parbuluan VI saat ini relatif kondusif. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi potensi provokasi dari pihak luar.
“Warga Parbuluan sendiri sudah tenang. Yang harus diwaspadai adalah penyusup atau provokator dari luar desa. Semoga tidak terjadi lagi kericuhan. Harapan kita, kondisi tetap aman dan nyaman,” ucapnya. (red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









