Dairi, TRIBRATA TV
Penantian panjang dan penuh cemas selama 46 hari akhirnya berbuah kebahagiaan. Yolanda Simangunsong (17), siswi SMK HKBP Sidikalang yang menghilang sejak pertengahan September lalu, ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya pada Minggu, 2 November 2025.
Kabar suka cita ini segera menyebar, memadamkan api kecemasan yang selama berminggu-minggu menyelimuti keluarga besar Simangunsong dan seluruh warga Dairi. Kepulangan Yolanda terasa sebagai kado terindah dan jawaban atas setiap doa yang tak pernah putus dipanjatkan.
Konfirmasi kepulangan Yolanda disampaikan oleh salah satu kerabat dekat, Gabe Elfrida, yang juga merupakan bagian dari keluarga Jeremia, ibunda Yolanda. Melalui pesan yang penuh haru, Gabe Elfrida mengungkapkan rasa syukur yang meluap.
“Terima kasih Tuhan. Akhirnya adek kami Yolanda sudah kami temukan. Welcome home Yolanda,” tulis Gabe Elfrida, mewakili perasaan lega seluruh keluarga.
Ia juga tak lupa menyampaikan apresiasi mendalam kepada semua pihak yang telah membantu dalam masa-masa sulit pencarian.
“Terima kasih buat semua amang inang yang sudah membantu dan mendoakan kami. Tuhanlah yang membalas kebaikan hati amang inang sekalian.”
Kepulangan Yolanda menandai berakhirnya pencarian besar-besaran yang telah melibatkan keluarga, warga setempat, hingga koordinasi di berbagai kabupaten tetangga seperti Tanah Karo, Samosir, dan Pakpak Bharat. Upaya tanpa lelah menyebarkan foto dan informasi di media sosial dan lapangan menuai hasil yang menghangatkan hati.
Kisah hilangnya Yolanda sebelumnya sempat menyentuh hati publik, terutama setelah curahan hati pilu dari sang ibunda, Jeremia, tersebar luas. Dalam pesannya yang menyayat hati, Jeremia mengungkapkan kehancuran dan kerinduan yang mendalam.
“Sore baik sayangku, mungkin kamu melihat curahan hati mama mu ini sayang, walau di mana pun kamu berada sayang. Mama tdk akan lelah mencarimu boru sampai kapan pun mama akan selalu menunggumu sampai kapan pun,” tulis Jeremia kala itu, menggambarkan betapa seorang ibu tidak akan pernah menyerah mencari darah dagingnya sendiri.
Kini, penantian itu telah usai. Pelukan hangat seorang ibu telah menyambut kembali putrinya, mengakhiri hari-hari yang diisi air mata dan kekosongan. Harapan Jeremia untuk kembali bercerita dan berbagi dengan putrinya, “Karena mama mau cerita sama kamu betapa hancurnya hatiku tanpamu sayang dan kamu juga pasti rindu cerita sama mama kan boru ku,” kini telah menjadi kenyataan.
Kepulangan Yolanda Simangunsong menjadi pengingat yang indah tentang kekuatan doa, harapan, dan solidaritas masyarakat. Kisah ini berakhir dengan kebahagiaan sejati, menutup lembaran kelam pencarian yang panjang, dan membuka lembaran baru yang penuh syukur bagi keluarga Simangunsong. (Red)
—————————————
“Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.
Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online









