Salah Belok Jalur, Kadis Dukcapil Luwu Timur Diduga Tonjok Sopir

Luwu Timur, TRIBRATA TV

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Oksen Bija dikabarkan telah menganiaya bawahannya.

IMG-20240227-124711

Korban tidak lain adalah sopir kendaraan dinas (Randis) Kepala Dinas Dukcapil Luwu Timur, Dewa Made, saat tengah perjalanan dari Makassar ke Kabupaten Luwu Timur pada Jumat (2/12/2022) malam.

Dilansir dari INFUTRAKYAT LUTIM, kabar tersebut dibenarkan Kadis Dukcapil Luwu Timur, Oksen Bija saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya, Senin (5/12/2022).

“Iye, saya ketok kepalanya, dan itu keadaan refleks, karena dia kesasar mengemudi mobil di daerah Maros, dimana dia sudah mengarah ke Camba bukan ke Luwu Timur,”katanya.

Ia menceritakan, saat masih di daerah Makassar saya tanya ke sopir, saya istrahat dulu, saya capek, pelan-pelan saja bawa mobil, namun ketika saya terbangun saya melihat jalan raya yang dilalui sempit, dan saya tanya lah dia dimana ini, namun dia tidak jawab, lalu kedua kalinya pun saya tanya masih tetap diam, seketika itu juga tangan saya refleks dan ketok kepalanya sembari menyuruh memutar balik arah mobil.

Lanjutnya, setelah di Pangkep saya minta untuk berhenti dulu di Alfamart dan menyuruh dia membeli air minum dan rokok, namun pada saat turun dari mobil ia membanting pintu mobil.

“Saya pun diam, namun didalam hati saya pastikan dia masih marah karena saya ketok kepalanya, tapi itu tidak ada niat sama sekali, ini hanya refleks saja,” jelasnya.

Setiba di Bojo kata Oksen Bija, saya suruh berhenti dan mengajak dia makan, tapi dia menolak dengan nada agak marah, sehingga saya bilang kalau kamu masih marah dan tatapan mu kosong seperti itu, biar saya yang bawa mobil dan kamu duduk dibelakang, hingga akhirnya saya pun mengambil alih mengemudi mobil sampai di Malili.

“Sekali lagi saya nda ada niat untuk marah sama dia, itu refleks saja karena saya kaget kenapa jalur yang dilalui sempit,” tutupnya.

Sementara itu, Dewa Made membantah pernyataan tersebut. “Nda benar itu pak pernyataannya, saat itu ketika perjalanan dari Makassar ke Luwu Timur saya nda tau di daerah mana saya belok kanan, dan diperjalanan pak kadis bangun dan bertanya di daerah mana ini, saya hanya diam karena saya nda tahu daerah mana ini, lalu dia minta balik arah dengan nada marah,” katanya.

“Saya pun balik arah, namun ketika itu juga saya langsung ditonjok tepat dekat telinga dan itu sakit. Tak hanya itu, dia juga marah-marah lalu mengatakan kamu bodoh,” katanya.

Lanjut dia, setiba di daerah Bojo saya diminta berhenti karena dia mau istirahat, dia pun turun dari mobil menuju toliet dan saya hanya masih di mobil, setelah buang air kecil dia kembali mengarah ke mobil dan menawarkan makan mi kuah, dan saya hanya jawab tidak pak, kita saja makan, lalu dia kembali mengatakan ada kah masalah mu sama saya, marah ko kah gara-gara saya tegur tadi, lalu saya bilang nda pak, kemudian dia menjawab kalau ada masalah mu sama saya kita singel saja (ajak adu jotos).

Tidak sampai disitu kata Dewa Made, pak kadis mengambil alih mengemudi dan menyuruh saya duduk dibelakang, ketika di perbatasan Palopo tepatnya di SPBU pak Kadis berhenti, lalu turun dari mobil dan menuju toliet, seketika itu juga saya turun dari mobil dan mengambil tas lalu menahan mobil bus pulang ke rumah.

“Saat ini saya belum pernah menempuh jalur hukum, dan terkait masalah ini saya sudah sampaikan ke pak Bupati, tapi belum ada infonya, karena pak kadis belum pernah meminta maaf. Dan tadi siang saya sudah telepon ke kantor untuk mengundurkan diri kerja dari Dinas Capil,” imbuhnya. (mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *