Ribuan Warga Datangi Mapolres Sijunjung, Minta Pelaku Klarifikasi Informasi Soal Tambang

- Editorial Team

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sijunjung, TRIBRATA TV

Mapolres Sijunjung didatangi sekitar ribuan warga dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sijunjung pada Minggu (7/06/26) malam.

Kedatangan massa tersebut dipicu keresahan masyarakat terhadap sejumlah informasi mengenai aktivitas pertambangan yang dinilai tidak berimbang.

Peristiwa bermula sekitar pukul 17.40 WIB di Jorong Aur Gading, Nagari Limo Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung. Korban diketahui bernama Jonni (Joni Mapikor) yang selama ini aktif menyampaikan informasi terkait aktivitas pertambangan melalui media online dan media sosial.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Jonni saat itu tengah bersilaturahmi ke rumah salah seorang warga setempat.

Kehadirannya kemudian diketahui oleh sejumlah masyarakat yang mendatangi lokasi. Warga mengaku merasa keberatan terhadap berbagai informasi dan pemberitaan mengenai aktivitas pertambangan di Kabupaten Sijunjung yang dinilai tidak berimbang dan cenderung menyudutkan masyarakat penambang.

Situasi kemudian memanas hingga terjadi dugaan penganiayaan terhadap korban serta perusakan satu unit mobil Toyota Rush warna putih milik korban.

BACA JUGA  Benarkah Oknum Anggota DPRD Karo Pemilik Tambang Galian C Ilegal Itu?

Menurut keterangan yang berkembang di tengah masyarakat, kejadian tersebut dipicu oleh akumulasi keresahan warga terhadap berbagai pemberitaan terkait aktivitas pertambangan rakyat di Kabupaten Sijunjung.

Mendapatkan informasi tersebut, personel Polres Sijunjung segera mendatangi lokasi kejadian dan mengamankan korban untuk menghindari terjadinya tindakan yang lebih luas. Korban kemudian dibawa ke Mapolres Sijunjung untuk mendapatkan perlindungan dan penanganan lebih lanjut.

Sekitar pukul 18.00 WIB, massa yang berasal dari Kecamatan Koto VII, IV Nagari, Sijunjung, Kupitan, dan Tanjung Gadang mendatangi Mapolres Sijunjung. Mereka menyampaikan aspirasi dan meminta klarifikasi terkait pemberitaan yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan serta dianggap merugikan masyarakat yang menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertambangan.

Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah bersama pejabat utama Polres Sijunjung menerima aspirasi masyarakat dan mengundang sejumlah perwakilan warga untuk berdialog.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat meminta agar informasi yang dinilai tidak akurat terkait aktivitas pertambangan di Kabupaten Sijunjung ditinjau kembali serta dilakukan klarifikasi.

BACA JUGA  Polsek Burau Luwu Timur Tertibkan Tambang Pasir Ilegal

Polres Sijunjung kemudian memfasilitasi pertemuan antara perwakilan masyarakat dengan Jonni. Dalam dialog tersebut, kedua belah pihak menyampaikan pandangan masing-masing terkait persoalan yang terjadi.

Jonni menyampaikan permohonan maaf apabila informasi yang disampaikannya selama ini menimbulkan keresahan atau menyinggung perasaan masyarakat. Ia juga menyatakan kesediaannya untuk melakukan klarifikasi terhadap informasi yang menjadi keberatan warga.

Terkait kejadian dugaan penganiayaan tersebut, Jonni selaku korban bersama Wali Nagari Limo Koto, Ketua KAN Limo Koto, Jorong Aur Gading, dan Jorong Batu Gandang yang bertindak selaku perwakilan masyarakat Kecamatan Koto VII, sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan dan musyawarah, dengan mengedepankan suasana yang kondusif serta menjaga hubungan baik antar masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sijunjung menyampaikan pihak kepolisian memahami aspirasi masyarakat, namun seluruh aktivitas tetap harus mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku. Kapolres juga menyatakan akan berupaya menjembatani komunikasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait mengenai aspirasi masyarakat terkait pertambangan rakyat.

BACA JUGA  Mahasiswa Gowa Desak APH Tertibkan Tambang Ilegal

Setelah menerima penjelasan dari Kapolres dan hasil mediasi yang telah dilakukan, masyarakat dapat menerima hasil pertemuan tersebut. Sekitar pukul 23.15 WIB, massa membubarkan diri dengan tertib dan situasi di Mapolres Sijunjung tetap aman serta kondusif. (Rizki Ahmad Rifandi)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang
‎Eks Sekum PGIW-SU Prihatin Ada Pihak Ingin Rebut Gereja: Satu Batupun Tiada dari USU Bangun Itu
OTT KPK di Muara Enim: Bupati Edison Ditangkap, Kantor Pemkab Disegel
Majelis-Jemaat Gereja Oikoumene USU Siap Martir Melawan Ketidakadilan
Pengusaha Galian C di Palembang Aniaya Sopir, Ternyata Ini Penyebabnya
Diduga Terpeleset saat Memancing, Warga Bantul Ditemukan Meninggal di Sungai Progo
Viral! Pekerja Dapur SPPG Mengaku Dianiaya Staf dan Ungkap Sejumlah Keganjilan
Viral Diduga Sejumlah Pemuda Bawa Celurit di Depan Cambridge Medan

Berita Lainnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:16 WIB

Polres Bulukumba Pastikan Selidiki Peristiwa Tenggelamnya Siswi di Kawasan Wisata Apparalang

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:56 WIB

‎Eks Sekum PGIW-SU Prihatin Ada Pihak Ingin Rebut Gereja: Satu Batupun Tiada dari USU Bangun Itu

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:19 WIB

OTT KPK di Muara Enim: Bupati Edison Ditangkap, Kantor Pemkab Disegel

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:06 WIB

Ribuan Warga Datangi Mapolres Sijunjung, Minta Pelaku Klarifikasi Informasi Soal Tambang

Senin, 8 Juni 2026 - 23:11 WIB

Majelis-Jemaat Gereja Oikoumene USU Siap Martir Melawan Ketidakadilan

Berita Terbaru