Sleman Jadi Lokus PKN Tingkat II Jateng, Dinilai Terbaik dalam Ketahanan Pangan dan Pertanian

BPSDMD Jawa Tengah memilih Sleman sebagai lokus visitasi karena dinilai memiliki capaian terbaik dalam pengembangan pertanian dan penguatan ketahanan pangan daerah.

- Editorial Team

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman,TRIBRATA.TV — Kabupaten Sleman kembali mendapat pengakuan sebagai daerah unggulan dalam pengembangan sektor pertanian dan ketahanan pangan. Hal itu ditandai dengan ditunjuknya Sleman sebagai lokasi visitasi kepemimpinan nasional bagi peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan VII Provinsi Jawa Tengah.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, di Ruang Sembada Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Selasa (9/6/2026). Rombongan peserta dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah.

Sebanyak 23 peserta PKN Tingkat II mengikuti kegiatan visitasi yang berlangsung pada 8–11 Juni 2025. Dalam program tersebut, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman serta Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sleman dipilih sebagai lokus pembelajaran dengan fokus pada tema ketahanan pangan dan infrastruktur.

Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Uswatun Hasanah, mengatakan pemilihan Sleman didasarkan pada capaian dan keunggulan daerah tersebut dalam sektor pertanian. Menurutnya, pengalaman dan inovasi yang diterapkan Sleman dapat menjadi referensi bagi para peserta dalam merumuskan kebijakan di daerah masing-masing.

“Dalam menghadapi tantangan efisiensi, sektor pertanian perlu didukung teknologi agar produksi tidak lagi berjalan secara konvensional. Kami ingin melihat bagaimana inovasi yang diterapkan mampu memperkuat ketahanan pangan di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi,” ujar Uswatun.

Ia menambahkan, kunjungan lapangan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkaya wawasan peserta terkait implementasi kebijakan yang efektif di daerah. Selain sektor pertanian, peserta juga akan mempelajari pengelolaan infrastruktur melalui perangkat daerah terkait.

Uswatun menegaskan, penetapan Sleman sebagai lokasi visitasi bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan, Sleman dinilai memiliki keunggulan dan capaian yang menonjol di bidang pertanian.

“Kami mencari daerah yang memiliki keunggulan di sektor pertanian. Dari hasil penilaian yang kami lakukan, Kabupaten Sleman berada pada posisi teratas sehingga menjadi pilihan utama untuk kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerahnya sebagai lokasi pembelajaran bagi peserta PKN Tingkat II Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Danang, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen membuka ruang diskusi dan berbagi pengalaman kepada para peserta guna mendukung pengembangan kebijakan yang lebih inovatif dan adaptif.

“Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap seluruh peserta dapat memperoleh informasi serta pengalaman yang dibutuhkan, khususnya terkait ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur melalui perangkat daerah yang ada,” ujar Danang.

Ia juga menegaskan bahwa forum visitasi semacam ini dapat menjadi sarana memperkuat kolaborasi antardaerah sekaligus mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam tata kelola pemerintahan.

“Semoga kegiatan ini menjadi bekal berharga bagi peserta dalam menjalankan tugas dan merumuskan kebijakan di wilayah masing-masing. Kami juga berharap terjalin sinergi yang memberikan manfaat bersama, baik bagi daerah peserta maupun Kabupaten Sleman,” katanya.

Kegiatan visitasi kepemimpinan nasional tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran strategis bagi para pejabat peserta PKN Tingkat II untuk memahami praktik-praktik terbaik pemerintahan daerah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan.(Dik.)

—————————————

Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan atau keberatan dengan penayangan artikel dan atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan atau berita berisi sanggahan dan atau koreksi, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang No. 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/ berita dimaksud dapat dikirimkan melalui kontak redaksi kami”.

Bergabung dengan SALURAN WA untuk dapatkan berita-berita terbaru TRIBRATA TV Online

Berita Lainnya

Adu Banteng di Simpang SDN 3 Tamanan Kalasan, Satu Pengendara Tewas
Wabup Sleman Resmikan Pembayaran Pajak Daerah Digital melalui BSI, Target Penerimaan Rp1,3 Triliun
HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, 1.000 Personel Gabungan dan Rekayasa Lalu Lintas Siap Amankan Pengajian Gus Iqdam
Gerakan MRANTASI PKK DIY Dorong Warga Tanam Cabai untuk Stabilkan Harga Pangan
Pascarevisi Perda KTR, Sponsor Rokok Masuk Kulon Progo Fair 2026
HUT Ke-79 Pemkot Yogyakarta, Hasto Wardoyo Ajak ASN Wujudkan Kota ASRI
Pria di Sleman Jatuh ke Sumur Sedalam 10 Meter Saat Ambil Jebakan Tikus, Berhasil Dievakuasi Selamat
Honda Beat Tabrak Lansia yang Dorong Angkong di Pantai Glagah, Korban Meninggal di RSUD Wates

Berita Lainnya

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:33 WIB

Adu Banteng di Simpang SDN 3 Tamanan Kalasan, Satu Pengendara Tewas

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:35 WIB

Sleman Jadi Lokus PKN Tingkat II Jateng, Dinilai Terbaik dalam Ketahanan Pangan dan Pertanian

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:43 WIB

Wabup Sleman Resmikan Pembayaran Pajak Daerah Digital melalui BSI, Target Penerimaan Rp1,3 Triliun

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:45 WIB

HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta, 1.000 Personel Gabungan dan Rekayasa Lalu Lintas Siap Amankan Pengajian Gus Iqdam

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:23 WIB

Gerakan MRANTASI PKK DIY Dorong Warga Tanam Cabai untuk Stabilkan Harga Pangan

Berita Terbaru