Lahan Pertanian Terancam Ambruk, Warga Desa Pertasi Kencana Desak Tutup Tambang Ilegal

Luwu Timur, TRIBRATA TV

Sedikitnya 35 warga Desa Pertasi Kencana Kecamatan Kalaena Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (15/6/2024) beramai-ramai mendatangi lokasi tambang milik MSD di Sungai Kalaena. Penambangan ini dianggap meresahkan warga karena sejumlah lahan warga terkena dampak kerusakan.

Adapun kerusakan yang menurut warga diakibatkan adanya kegiatan penambangan hingga arus Sungai Kalaena makin melebar dan mengancam lahan perkebunan dan pemukiman warga.

Selain lahan perkebunan, sejumlah bangunan vital seperti tanggul, jalan desa dan tanggul beton di bibir sungai yang baru selesai dibangun juga terancam ambruk akibat tergerus arus sungai.

Kisman (39) salah satu warga mengungkapkan telah melakukan beberapa kali upaya pencegahan sebagai respons bersama warga seperti berkoordinasi dengan pemerintahan desa namun upaya tersebut selalu gagal sebab pelaku tambang tidak sedikitpun merespon kemauan warga.

BACA JUGA  Perkuat Sinergitas, TNI-Polri di Bontomarannu Makan Siang Bersama

Dampak kerusakan sungai menurut Kisman, bukan hanya mengancam lahan miliknya, namun terdampak juga pada bangunan tanggul beton yang dibangun akhir tahun 2023 melalui anggaran APBN senilai Rp14 miliar lebih berpotensi rubuh sebab penambangan milik MSD berada hanya puluhan meter dari bangunan tersebut.

Pj. Kades Pertasi Kencana, A. Sumangerukka, SP saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, penambangan tersebut sudah berlangsung lama dan kerap dikomplain warga namun pelaku penambang tidak menghiraukannya.

“Sudah berapa kali dikomplain dan saya sendiri bersama warga pernah mendatangi lokasi kegiatan” tuturnya, Sabtu (15/6/2024).

BACA JUGA  Koorwil Disdik Biringbulu Ikuti Perayaan HUT Gowa Ke-702

Selain lahan milik Kisman, sejumlah warga mengaku terdampak termasuk Emang (52) dan H. Zainal (54) juga Andu mengaku lahan miliknya ikut terkena dampak adanya aktivitas tambang tersebut.

Upaya penghentian aktivitas penambang bukan tanpa alasan, oleh warga disebutkan di lokasi kegiatan sudah pernah dilakukan pengalihan arus sungai yang sebelumnya aliran sungai tersebut banyak merusak lahan warga hingga dilakukan pengerukan dan menutup aliran sungai guna menghindari dampak kerusakan lebih besar.

“Dulu kebun saya memanjang 200 meter di sini pak, tapi sekarang tinggal separuh ini, dan sisanya sudah ada di seberang sungai sana” ungkap H. Zainal.

BACA JUGA  SMAN 2 Gowa Sosialisasi Tata Tertib Sekolah pada Wali Murid

Atas desakan warga yang terdampak, hingga pada Sabtu (15/6/2024) setidaknya ada 35 orang warga sepakat melakukan musyawarah di Kantor Desa Pertasi Kencana yang diikuti sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat setempat termasuk Pj. Kades Pertasi Kencana, Kasus Tenrisanae, BPD, Sekdes, serta Babinsa Desa Pertasi Kencana, Serda Herman.

Hal yang disepakati adalah mendesak Pemerintah Desa untuk segera melakukan penghentian aktivitas penambang serta dilakukan pula pengawasan agar tidak lagi ada kegiatan di sungai tersebut sebab dianggap kegiatan illegal yang tidak berkontribusi terhadap PAD Desa Pertasi Kencana.

IKLANKAN-PRODUK-ANDA-DISINI-20240504-132349-0000