Tangkap Begal Kucing, Polsek Medan Area Dibanjiri Karangan Bunga

Medan, TRIBRATA TV

Pemandangan berbeda terlihat di halaman Mapolsek Medan Area Jalan Semuru Kecamatan Medan Kota, Medan, Sumatera Utara, Selasa (8/6/2021). Terlihat puluhan papan bunga tersusun di depan halaman dan jalan menuju Mapolsek Medan Area.

Papan bunga ini mengapresasi kerja Polsek Medan Area dibawah pimpinan Kompol Faidir Chaniago yang berhasil mengungkap kasus pembegalan hewan.

Para pecinta binatang memberikan apresiasinya dengan menyampaikan ucapan terimakasih melalui karangan bunga.

Salah satu papan bunga berasal Bupati Indramayu Hj.Nina Agustina SH MH CRA. Anak mantan Kapolri Jenderal Polisi Purn. Dai Bachtiar ini memberikan apresiasi atas penegakan hukum yang dilakukan Polsek Medan Area.

Sementara Kapolsek Medan Area Kompol Faidir Chan ketika ditemui diruangannya mengatakan sangat kaget mendapatkan surprise ini.

Menurutnya hal ini bukanlah hasil kerja keras dirinya seorang melainkan kerja keras seluruh jajarannya kepolisian khususnya Polsek Medan Area.

Kasus pembegalan kucing yang terjadi di Kota Medan berhasil diungkap dengan menangkap tersangkanya RS alias Neno (29) warga Jalan Tangguk Bongkar VII Nomor 50 Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai.

Kasus pembegalan kucing ini sempat viral beberapa waktu lalu, membuat para pecinta binatang marah dan membuat pengaduan ke Polsek Medan Area. Atas laporan itu, Kapolsek bserta jajarannya pun segera meresponnya dengan melakukan penyelidikan.

Diketahui peristiwa itu bermula dari hilangnya kucing milik Sonia Rizkika (22) penduduk Jalan Karya Gg Wakaf nomor 83 Kelurahan Sei Agil Kecamatan Medan Barat.

Korban yang merasa kehilangan kucing kesayangannya tersebut pun mencari ke seantero sudut kota Medan dan sempat memviralkan photo kucing kesayangannya disejumlah linimasa terutama Instagram.

Secara kebetulan ia menemukan bungkusan yang berisi bangkai kucing yang dibegal di Jalan Tangguk Bongkar VII.

Ia pun membuat pengaduan, sementara pelaku yang mengetahui dirinya dicurigai langsung melarikan diri ke Pekanbaru, Riau.

Beberapa bulan lari, tersangka RS alias Neno merasa kasusnya telah aman pulang ke rumahnya. Namun polisi bergerak cepat.

Begitu tahu tersangka kembali dari pelariannya, Kapolsek Medan Area memerintahkan jajarannya menangkapnya.

Penangkapan ini sebenarnya tidak ada yang tahu. Namun ternyata komunitas para pencinta hewan memonitor kinerja Polsek Medan Area.

“Atas nama Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polrestabes Medan kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan animo masyarakat yang begitu besar kepada jajaran kepolisian khususnya Polsek Medan Area,” kata Kapolsek.

Ia juga minta kepada masyarakat segera melapor jika mengetahui ada tindak kejahatan. “Laporan masyarakat pasti kita tindaklanjuti,” tutup Kapolsek yang dikenal familiar dan ramah ini. (Zak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *